Headline, Perbankan

Nih, Komposisi Pemegang Saham Bank Joint Venture

Budi G. Sadikin; Bidik segmen menengah bawah. (Foto: Budi Urtadi)

Bank Mandiri masih menjadi pemegang saham mayoritas Bank Sinar dengan persentase 59,6% dan sisanya kepemilikan Pos Indonesia dan Taspen masing-masing sebesar 20,2%. Dwitya Putra 

Jakarta–Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Pos Indonesia, dan PT Taspen, sepakati struktur transaksi pembentukan bank joint venture.

Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme right issue, dimana Bank Sinar akan menerbitkan saham baru senilai Rp400 miliar. Saham baru tersebut akan diserap Bank Mandiri sebesar Rp238,4 miliar, Pos Indonesia Rp80,8 miliar, dan Taspen Rp80,8 miliar.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Bank Mandiri tetap menjadi pemegang saham mayoritas, sementara kepemilikan Pos Indonesia dan Taspen masing-masing sebesar 20,2%. Penyetoran modal tersebut akan segera dilakukan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku sebagai bentuk realisasi perjanjian tersebut.

“Kami optimis joint venture ini dapat memperkuat akses masyarakat pada layanan keuangan (financial inclusion). Terlebih, bank tersebut akan fokus mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Budi, kepada wartawan, di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 29 April 2013.

Dalam kemitraan tersebut, Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan Taspen, berkomitmen untuk mengembangkan Bank Sinar Harapan Bali untuk menjadi bank fokus pada segemen menengah ke bawah.

“Tujuannya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kesetaraan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air,” tambah Budi.

Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana menambahkan, kesepakatan ini merupakan salah satu bentuk realisasi komitmen perseroan untuk mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki Pos Indonesia di seluruh Indonesia.

“Saat ini Pos Indonesia memiliki 3.726 kantor pos online dari 3.800 kantor pos. Selain itu juga ada lebih daru 1.380 agen pos di seluruh Indonesia yang online. Jaringan yang luas hingga ke pelosok Indonesia ini merupakan value yang dimiliki Pos Indonesia,” kata Ketut. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *