Ekonomi dan Bisnis

Jaga Stabilitas Harga, Pemerintah Percepat Impor Sapi dan Daging

Gita Wirjawan; Kepastian usaha. (Foto: Istimewa)

Pemerintah menunjuk Bulog untuk melakukan impor hewan dan produk hewan guna menjaga ketahanan pangan serta stabilisasi harga daging di tingkat konsumen untuk didistribusikan ke pasar ritel. Rully Ferdian

Jakarta–Pemerintah akan mempercepat realisasi impor sapi dan daging untuk menjamin ketersediaan daging dan stabilisasi harga daging menjelang Ramadhan tahun ini. Selain itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian juga mengeluarkan keputusan bersama tentang Pemasukan dan Pengeluaran Ternak ke dalam dan keluar Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Selain menjamin ketersediaan daging dan stabilisasi harga daging di tingkat konsumen, peraturan ini dikeluarkan juga untuk meningkatkan transparansi proses perizinan dan perlindungan konsumen, ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, saat mengumumkan dikeluarkannya peraturan baru Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terkait percepatan pelaksanaan importasi hewan dan produk hewan, di Jakarta, Senin, 27 Mei 2013.

Ada sejumlah hal pokok yang diatur dalam kebijakan terbaru ini. Pertama, jenis daging potongan primer (prime cut) segar dingin akan dikecualikan dari analisis kebutuhan nasional dan impor produk tersebut hanya dapat dilakukan melalui melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar, serta Bandar Udara Polonia Medan.

Kedua, realisasi impor sapi bakalan pada bulan Juli dimajukan menjadi bulan Juni, sementara Importasi daging untuk semester ke-2 bisa dilakukan sampai dengan tanggal 30 September 2013.

Ketiga, pemerintah menunjuk Bulog untuk melakukan impor hewan dan produk hewan guna menjaga ketahanan pangan serta stabilisasi harga daging di tingkat konsumen untuk didistribusikan ke pasar ritel.

Keempat, proses perizinan impor hewan dan produk hewan akan dilakukan melalui perizinan satu atap dan dilakukan secara onlinemelalui INATRADE dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) agar tercipta penyederhanaan proses perizinan, serta tertib administrasi impor.

Kelima, perusahaan yang melakukan impor produk hewan dan olahan harus memenuhi ketentuan kemasan dan label sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Keenam, Kemendag bersama-sama dengan instansi terkait akan melakukan evaluasi atas realisasi impor hewan dan produk hewan yang tercantum dalam Persetujuan Impor.

“Kebijakan ini juga bertujuan memberikan kepastian usaha dan ketersediaan kebutuhan dengan harga yang terjangkau di tingkat konsumen, khususnya dalam menghadapi bulan suci Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri 2013,” imbuh Mendag. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *