Headline, Perbankan

Manajemen Rabobank Kecam Indisipliner Karyawan

Kantor Cabang Rabobank; Menyayangkan keputusan SPRII. (Foto: Dok. Rabobank)

Rabobank Indonesia saat ini sedang aktif melaksanakan program transformasi “Puncak Jaya” yang akan menjadikannya  salah satu bank bisnis terdepan yang melayani  bisnis dan pengusaha. Rully Ferdian

Jakarta–Kini giliran manajemen Rabobank International Indonesia (Rabobank) yang mengecam aksi yang dilakukan Serikat Pekerja Rabobank International Indonesia (SPRII), yang melakukan aksi unjuk rasa di Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta, pada Senin, 234 Juni 2013. Sebelumnya, aksi unjuk rasa disertai mogok kerja juga dilakukan  SPRII  pada 29 April hingga 1 Mei 2013.

“Rabobank Indonesia sangat  menghargai SPRII dan menghormati kebebasan berserikat dan berkumpul, namun menyayangkan keputusan SPRII untuk  memilih berunjuk rasa dengan tidak mengutamakan komunikasi dan mediasi”, kata Direktur Sumber Daya Manusia Rabobank Indonesia Ponky Pudijanto., dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2013.

“Selain itu, aksi unjuk rasa yang  dilakukan pada jam kerja  tanpa memperoleh izin dari atasan atau perusahaan tetap merupakan tindakan indisipliner”, tambahnya.

Sejalan dengan PKB yang telah disepakati bersama dan mengutamakan dialog, Manajemen Rabobank telah mengundang SPRII untuk berdialog pada 2, 10,  dan 22 April 2013.  Undangan untuk bermusyawarah  demi tercapainya mufakat mendapatkan penolakan dari  SPRII yang memilih untuk tetap berunjuk rasa dengan  meninggalkan tugas dan tanggung-jawabnya pada 29 April hingga 1 Mei 2013.

Menurut Ponky, Rabobank Indonesia sangat memperhatikan program rotasi karyawan antardepartemen yang memberikan  keahlian yang lebih beragam serta wawasan perbankan yang lebih luas bagi staf.

“Dengan adanya program rotasi ini, banyak karyawan yang memiliki pengalaman di bidang operasional sehingga  fungsi operasional karyawan  yang meninggalkan tugas untuk berunjuk rasa dapat segera diambil alih oleh karyawan lainnya. Dengan demikian, kelancaran operasional tetap terjaga,” jelas Ponky.

Kesejahteraan karyawan merupakan hal yang mendapatkan perhatian besar dari  Rabobank Indonesia. Untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan,  mulai awal 2013 karyawan di tingkat  junior hingga menengah yang masuk dalam golongan 1,2, dan 3 mendapatkan tunjangan cuti atau gaji ke-15,  tunjangan makan, dan tunjangan transportasi. Pada 2013  karyawan  dalam golongan ini  mendapatkan kenaikan kompensasi sebesar 14% hingga 18%.

Untuk melaksanakan hak dan kewajibannya  sebagai sebuah bank untuk melakukan pembinaan, Rabobank Indonesia telah mengadakan training kepada karyawan yang melakukan  tindakan indisipliner.  Namun, sebagian  besar dari karyawan ini memilih untuk tidak mengikuti pembinaan dan kembali melakukan unjuk rasa pada 24 Juni.

Rabobank Indonesia saat ini sedang aktif melaksanakan program transformasi “Puncak Jaya” yang akan menjadikannya salah satu bank bisnis terdepan yang melayani  bisnis dan pengusaha.

Selain  mengganti sistem inti perbankan dengan yang lebih canggih, transformasi  juga fokus kepada pelatihan dan pengembangan  karyawan. Untuk mendukung pengembangan karyawan, Rabobank Indonesia  kini telah memiliki Learning and Development Center sendiri yang telah diresmikan penggunaannya pada awal 2013. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *