Headline, Pasar Modal

Pasar Fluktuatif, Underwriter Siapkan Strategi Baru

Investor Pasar Modal; Pemberian pemanis. (Foto: Budi Urtadi)

Andalan Artha Advisindo Securities biasanya akan menawarkan kepada calon emiten tiga hal ketika kondisi pasar sedang fluktuatif. Apa saja itu? Dwitya Putra

Jakarta–Fluktiasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdampak pada berkurangnya minat investor dalam menyerap harga saham perdana (initial public offering/IPO). Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan sekuritas yang meng-handle IPO calon emiten ternyata memiliki beberapa strategi jitu, khususnya opsi stabilisasi harga atau pemberian pemanis (sweetener). Hal ini dianggap dapat dilakukan untuk menambah minat investor terhadap saham IPO yang ditawarkan.

Direktur Utama PT Andalan Artha Advisindo Securities, Th Andri Rukminto mengatakan, dalam menangani penjaminan emisi perdana saham, pihaknya akan melihat pergerakan pasar serta permintaan investor terhadap saham IPO yang ditawarkan. Pihaknya biasanya akan menawarkan kepada calon emiten tiga hal ketika kondisi pasar sedang fluktuatif.

“Kami biasanya melihat dari sisi komponen harga IPO, opsi pemanis dan stabilisasi harga ataupun menurunkan porsi saham yang dilepas ke publik untuk memastikan sahamnya dapat terserap seluruhnya. Kami juga baru berani melanjutkan rencana IPO ketika penawaran investor sudah 80% dari jumlah total saham yang dilepas,” terang Andri, saat ditemui di Jakarta, Senin, 8 Juli 2013.

AAA Securities sendiri tahun ini sudah menangani pelaksanaan IPO dari beberapa emiten, antara lain PT Steel Pipe Industry Of Indonesia Tbk (ISSP), PT Bank Mitraniaga, PT Grand Kartech dan  PT Victoria Investama Tbk (VICO).

Hari ini, VICO dicatatkan perdana di BEI, dimana harga sahamnya mengalami kenaikan 28% menjadi Rp160 per unit dari harga IPO sebesar Rp125 per unit.

“Saham VICO kelebihan permintaan (oversubscribed) 26,7 kali dan dari jumlah saham yang terserap, paling banyak didominasi oleh investor domestik dan kepemilikan investor asing di bawah 50%,” tambah Andri.

Andri mengaku, ketika melepas 1,2 miliar lembar saham, pihaknya tidak menerapkan opsi stabilisasi harga. Pasalnya, minat penyerapan saham VICO juga cukup besar, makanya untuk investor yang tidak mendapatkan saham perdananya di pasar, mereka akan menyerap di pasar sekunder sehingga harganya mengalami kenaikan.

AAA Sekuritas memang tidak memberikan opsi stabilisasi harga kepada saham VICO, namun memberikan opsi pemanis berupa pelepasan 2,1 miliar waran dengan harga Rp125 per unit. Jumlah waran yang ditawarkan kepada investor sebesar 2,1 miliar unit dengan rasio 4 saham dapat ditukar dengan 7 waran secara cuma-cuma oleh investor barunya (free).

Nantinya investor dapat menukar 1 unit waran yang dimilikinya dengan 1 unit saham di harga pelaksanaan Rp125 per unit. Periode berakhirnya perdagangan waran di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 1 Juli 2016, dan di pasar tunai pada 6 Juli 2016. Investor dapat menukar waran menjadi saham pada 8 Januari 2014-8 Juli 2016 dengan masa jatuh tempo pada 8 Juli 2016. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *