Moneter dan Fiskal

BI Nilai Pelemahan Rupiah Sejalan Fundamental Perekonomian

Counter BI; Lelang FX Swap. (Foto: Budi Urtadi)

Pelemahan nilai tukar rupiah tetap akan dijaga Bank Indonesia sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah selama Juli 2013 terdepresiasi sesuai dengan arah fundamentalnya. Secara rata-rata, rupiah melemah 1,95% dalam sebulanan dibandingkan dengan bulan sebelumnya ke level Rp10.071 per dolar AS.

Sementara itu, secara point-to-point, rupiah terdepresiasi 3,43% dan ditutup di level Rp10.278 per dolar AS. Di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2013, Direktur Komunikasi BI Peter Jacobs mengatakan, bank sentral menilai tren pelemahan nilai tukar rupiah tersebut masih sejalan dengan kondisi fundamental perekonomian serta dapat mendukung upaya mempercepat perbaikan keseimbangan kondisi eksternal dan menopang pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih sehat.

Dalam menambah pasokan valuta asing (valas) untuk menjaga nilai tukar rupiah, BI terus menggelar lelang FX Swap dengan rutin secara mingguan, di mana untuk lelang yang dilakukan kemarin, bank sentral berhasil menyerap valas sebesar USD1,996 juta dari tiga tenor yang ditawarkan.

“BI telah melaksanakan lelang swap jual USD/rupiah dengan target sebesar USD500 juta dengan tenor, 1, 3 dan 6 bulan. Jumlah penawaran yang masuk sebesar USD2,081 juta atau melebihi target yang ditetapkan. Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar USD1,996 juta,” terang Peter.

Adapun untuk tenor 1 bulan dimenangkan sebesar USD886 ribu dengan premi sebesar 47,49549. Tenor 3 bulan yang dimenangkan sebesar USD635 juta dengan premi 144,61417. Sedangkan untuk tenor 6 bulan dimenangkan sebesar USD475 ribu dengan premi 333,61053. Premi sendiri akan ditambahkan ke kurs yang digunakan, sebesar Rp10.318 per USD sesuai dengan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *