Perbankan

Likuiditas Cekak, Beberapa Bank Pinjam ke BI

Counter BI; Kemampuan menabung turun. (Foto: Budi Urtadi)

Persaingan likuiditas perbankan yang cukup ketat belakangan, semakin terasa pada saat Ramadhan kemarin, di mana ada beberapa bank yang sampai harus meminjam ke Bank Indonesia. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menyatakan sudah ada beberapa bank yang menggunakan fasilitas pinjaman dari bank sentral, dalam upaya memeroleh tambahan likuiditas yang kebutuhannya sangat besar saat Ramadhan kemarin.

Deputi Gubernur BI Hendar menegaskan, bahwa sektor perbankan secara industri masih sangat solid, kendati saati ini perekonomian nasional tengah mengalami perlambatan sebagai imbas dari perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Ada beberapa yang perlu kita cermati. Ada risiko likuiditas, perlambatan PDB (perekonomian), kemampuan menabung turun. Moneter juga, BI intervensi, rupiah tersedot bank sentral. Industri oke, tapi ada beberapa bank yang perlu diwaspadai risiko likuiditasnya,” tukasnya di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2013.

Bank sentral sendiri, lanjutnya, merespon dengan mengeluarkan beberapa kebijakan seperti penerbitan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SBDI) yang bisa diperdagangkan antar bank, pun penyempurnaan aturan GWM-LDR, dan menaikkan GWM sekunder.

“Dua (kebijakan) terakhir terkait upaya bank sentral terhadap kepastian manajemen likuiditas. Ini untuk memastikan likuiditas terjaga dalam menghadapi kondisi seperti sekarang ini. Di mikro, kita ketahui ada beberapa bank yang mengalami kesulitan likuiditas terpaksa pinjem BI,” katanya.

Ia menjelaskan, beberapa bank yang melakukan pinjaman terkait dengan besarnya kebutuhan uang tunai di saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran lalu. Untuk itu, ucapnya, kendati secara industri masih memadai, bank sentral menghimbau bank secara individual harus memiliki atau meningkatkan manajemen likuiditasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *