Poin Penting
- Bank BJB mencetak laba bersih Rp410 miliar pada kuartal I 2026, naik 3 persen yoy ditopang penguatan bisnis dan efisiensi
- Kredit Bank BJB mencapai Rp141,2 triliun, sedangkan DPK tumbuh 3,9 persen yoy menjadi Rp159,9 triliun
- Pengguna DIGI Bank BJB tembus 1,87 juta, sementara kredit digital ASN bjb KGB Pisan melonjak 154,1 persen yoy.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB mencatat laba bersih Rp410 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Perolehan kinerja tersebut didukung oleh penguatan fundamental bisnis, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.
Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, mengatakan capaian kuartal I 2026 mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga fundamental bisnis yang sehat melalui penguatan intermediasi, efisiensi operasional, dan transformasi layanan secara berkelanjutan.
“Di tengah dinamika industri perbankan dan kondisi ekonomi yang berkembang, kami berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap memperhatikan kualitas aset, likuiditas, serta kebutuhan nasabah dan pemangku kepentingan,” ujar Ayi, dikutip, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga: Sinergi Bank Jambi-Bank BJB Dorong Pembiayaan Masyarakat dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi Bank BJB tercatat sebesar Rp141,2 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp159,9 triliun atau naik 3,9 persen yoy. Likuiditas bank tetap berada pada level yang terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5 persen.
Kualitas aset juga tetap dijaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang berkelanjutan.
Perseroan juga terus memperkuat pencadangan guna menjaga ketahanan neraca keuangan di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi.
Transformasi Digital
Sementara itu, transformasi digital yang dijalankan Bank BJB menunjukkan perkembangan positif. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna DIGI Bank BJB mencapai 1,87 juta pengguna sementara fee based income dari kanal elektronik mencapai Rp115,7 miliar.
Baca juga: Menengok Realisasi Kredit Sejumlah BPD di Kuartal I 2026, Siapa Paling Moncer? Pada segmen pinjaman digital ASN melalui bjb KGB Pisan, outstanding kredit tercatat sebesar Rp159,8 miliar atau melesat 154,1 persen yoy dan meningkat 30,9 persen quarter of quarter (qoq). Jumlah rekening (Number of Accounts/NoA) juga meningkat menjadi 9.702 rekening.
Menurut Ayi, transformasi digital terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan akses transaksi bagi nasabah, sekaligus mendukung efisiensi operasional perusahaan.
“Perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan melalui penguatan layanan, inovasi digital, serta sinergi dalam ekosistem Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank BJB, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan dinamika industri,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama


