Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran 5.900-6.200 sepanjang pekan ini.
- Koreksi harga minyak dunia dan efisiensi anggaran menjadi sentimen positif bagi pasar domestik.
- Investor juga menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia, The Fed, serta sejumlah bank sentral global.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di kisaran level 5.900-6.200 pada perdagangan pekan ini berdasarkan analisis teknikal.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA20, sehingga berpotensi bergerak pada support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.200 pada pekan ini,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Pada perdagangan periode 8-12 Juni 2026, IHSG ditutup menguat ke level 6.007,65 atau naik 7,38 persen dibandingkan posisi 5.594,76 pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Indeks INFOBANK15 “Ngegas” di Tengah Reli IHSG, Saham AGRO dan BBTN Pimpin Penguatan
Koreksi Harga Minyak jadi Sentimen Positif
Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG pada pekan ini akan dipengaruhi oleh koreksi harga minyak dunia yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar domestik. Penurunan harga energi tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Selain itu adanya harapan efisiensi anggaran MBG serta diturunkannya target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen,” imbuhnya.
Selain faktor domestik, investor juga menantikan rilis Global Market Accessibility Review dari MSCI pada 19 Juni dan rebalancing indeks FTSE pada tanggal yang sama.
Baca juga: Rapor IHSG Sepekan: Menguat 7,38 Persen, Kapitalisasi BEI jadi Rp10.524 Triliun
Di sisi kebijakan moneter, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen sesuai konsensus pasar.
Fokus Investor Tertuju pada Bank Sentral Global
Dari eksternal, pasar juga mencermati sinyal Amerika Serikat dan Iran yang disebut tengah menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi prospek pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Seiring perkembangan tersebut, harga minyak dunia mulai turun ke bawah level USD90 per barel pada akhir pekan lalu.
Baca juga: IHSG Ditutup Melesat 2,07 Persen ke Level 6.007
Investor juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan pertama yang dipimpin Chairman The Fed Kevin Warsh pada 17 Juni. Selain itu, keputusan suku bunga dari Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ), dan Reserve Bank of Australia (RBA) juga akan menjadi perhatian pelaku pasar sepanjang pekan ini. (*)
Editor: Yulian Saputra


