Poin Penting
- Pemerintah memastikan anggaran alutsista dan program MBG tetap menjaga defisit APBN di bawah 3 persen PDB.
- Prabowo menyerahkan enam jet tempur Rafale dan sejumlah alutsista udara baru kepada TNI.
- Pengadaan 42 unit Rafale telah dikontrak sejak 2022 dan gelombang pertama mulai tiba pada awal 2026.
Jakarta – Kedatangan jet tempur Rafale dan sejumlah pesawat militer baru kembali menyoroti kesiapan anggaran pertahanan nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran alutsista hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dihitung secara matang tanpa mengganggu struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan, seluruh pembiayaan program strategis pemerintah tetap mengacu pada batas defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri penyerahan sejumlah alutsista udara oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
“Dengan ini sudah kita hitung anggarannya, di bawah 3 persen defisitnya, di bawah 3 persen dari PDB,” kata Purbaya dikutip Antara.
Baca juga: Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Dibiayai APBN Selama 2 Tahun, Ini Penjelasan Kemenkeu
Anggaran Alutsista Disebut Sudah Dihitung Matang
Purbaya menekankan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberlanjutan fiskal negara meski pemerintah terus menjalankan berbagai program besar, termasuk pengadaan alutsista dan MBG.
Menurut dia, pemerintah telah menyusun formulasi anggaran secara hati-hati agar seluruh program prioritas tetap berjalan tanpa mengganggu pembangunan sektor lain maupun subsidi energi.
“Jadi semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, pengelolaan anggaran yang akurat memungkinkan agenda strategis nasional berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan alokasi pendanaan. Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait besarnya kebutuhan belanja pertahanan dan program sosial pemerintah.
Prabowo Serahkan Rafale hingga Airbus A400M
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan kunci sejumlah alutsista udara kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Alutsista yang diserahkan meliputi pesawat MRCA Rafale, Falcon 8X, Airbus A400M Atlas MRT, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan Missile Meteor.
Pesawat yang diterima terdiri atas enam unit jet tempur Dassault Rafale, empat unit Dassault Falcon 8X, serta satu unit Airbus A400M Atlas MRT. Pengadaan ketiga jenis pesawat tersebut diketahui telah diinisiasi sejak era Presiden Joko Widodo saat Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan.
Kontrak pengadaan 42 unit Rafale ditandatangani pada Februari 2022. Gelombang pertama pesawat tempur itu mulai tiba pada awal 2026.
Sementara itu, pesawat Falcon 8X dipesan untuk kebutuhan angkut VVIP sebanyak empat unit. Adapun Airbus A400M Atlas MRTT disepakati Kementerian Pertahanan sejak akhir 2021 sebagai pesawat multi-peran.
Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Pembekalan TNI untuk Penerima Beasiswa LPDP
Mandi Kembang Pesawat Tempur Rafale
Dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Prabowo turut menjalani prosesi penyambutan jet tempur Rafale. Berdasarkan laporan Antara, Presiden membuka tirai lambang Skuadron 12 yang menempel di badan pesawat. Prabowo kemudian melakukan penyiraman air kembang di bagian moncong pesawat dan memecahkan kendi berisi air kembang.
Kunci pesawat kemudian diserahkan Panglima TNI kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Prabowo juga melakukan pemeriksaan pesawat bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan KSAU Mohamad Tonny Harjono.
Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu pembeli utama jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis. Kementerian Pertahanan telah membeli total 42 unit Rafale setelah kontrak tahap ketiga untuk 18 unit terakhir dinyatakan efektif.
Kehadiran Rafale dinilai akan memperkuat kemampuan TNI AU dalam menjaga wilayah udara nasional, sekaligus menjadi bagian penting modernisasi alutsista Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan. (*)
Editor: Yulian Saputra


