Poin Penting
- Kadin menilai digitalisasi menjadi kunci agar UMKM naik kelas dan mampu bersaing di era ekonomi digital.
- Nurdin Halid memaparkan empat strategi, mulai dari peningkatan kapasitas digital hingga perlindungan hukum dan keamanan digital bagi UMKM.
- Kadin mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pelaku teknologi untuk membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan ekosistem digital. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju negara maju.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia, Nurdin Halid, mengatakan kemajuan Indonesia menuju negara maju sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha mikro untuk berkembang menjadi usaha kecil dan menengah.
Menurutnya, Kadin memiliki dua misi utama sebagai mitra strategis pemerintah, yakni melindungi sekaligus mengembangkan UMKM.
“Pertama adalah aspek perlindungan. Bagaimana kita menjamin agar 64,2 juta UMKM dapat bertahan dalam persaingan yang sehat di era pasar bebas. Kedua adalah aspek pengembangan, yaitu bagaimana mendorong UMKM meningkatkan kapabilitas, memperluas pasar, memperkuat teknologi, dan pada akhirnya mampu naik kelas,” ujar Nurdin, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
Baca juga: Belajar dari Vietnam, Kadin Minta Pemerintah Genjot Daya Saing dan Produktivitas SDM
Nurdin menjelaskan berbagai tantangan utama UMKM telah terpetakan, mulai dari keterbatasan akses permodalan, teknologi, kualitas sumber daya manusia, standar produk, hingga akses pasar.
Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan penting untuk mempercepat transformasi UMKM karena mampu memperluas akses terhadap sistem pembayaran dan layanan keuangan digital.
“Oleh karena itu, maka untuk kita bisa memanfaatkan daripada ruang dan kesempatan di dalam merebut alokasi maka salah satu hal juga yang harus menjadi pendekatan kita, yaitu aspek teknologi,” ujarnya.
Empat Strategi Perkuat UMKM Berbasis Teknologi
Lebih lanjut, Nurdin memaparkan empat strategi untuk memperkuat UMKM berbasis teknologi agar mampu naik kelas.
Strategi pertama ialah memperkuat fondasi dan kapasitas digital UMKM melalui kolaborasi pemerintah, Kadin, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan teknologi, dan lembaga keuangan dalam menyediakan pelatihan yang praktis dan berkelanjutan.
“(Pelatihan) mulai dari pencatatan keuangan digital, pemasaran, pengelolaan persediaan, penggunaan sistem pembayaran, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. Pendampingan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan setiap usaha, karena kebutuhan usaha mikro itu berbeda dengan usaha kecil dan menengah,” jelasnya.
Baca juga: Kadin: Kepercayaan Pasar Menurun, Pemerintah Harus Bergerak Sebelum Terlambat
Strategi kedua adalah memperluas akses UMKM terhadap teknologi, pembiayaan, dan infrastruktur digital. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu memanfaatkan teknologi secara optimal akibat keterbatasan perangkat, biaya layanan, kualitas jaringan internet, dan akses pembiayaan digital.
Strategi ketiga ialah membangun ekosistem pasar digital yang adil dan inklusif. Menurut Nurdin, UMKM tidak cukup hanya masuk ke marketplace, tetapi juga harus didampingi dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, sertifikasi merek, logistik, promosi, hingga pelayanan konsumen agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
“Strategi keempat adalah memperkuat perlindungan hukum dan keamanan digital UMKM. Pelaku UMKM harus memperoleh edukasi dan pendampingan mengenai keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, kontrak elektronik, dan pengamanan sistem pembayaran digital. Pada saat yang sama, negara perlu memastikan adanya kanal pengaduan yang mudah diakses, respons yang cepat terhadap kejahatan digital, serta penegakan hukum yang memberikan kepastian,” terang Nurdin.
Sementara itu, WKU Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia, Raden Tedy, mengatakan peringatan Hari UMKM Internasional menjadi momentum untuk memperkuat peran UMKM sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, terdapat empat tujuan utama penyelenggaraan webinar tersebut, yakni meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya peran UMKM, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi digital, serta memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM.
“Kedua memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan dan pelaku teknologi di dalam menciptakan ekosistem UMKM yang maju dan mandiri,” ujar Tedy
Ketiga, mendorong pelaku UMKM terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memanfaatkan teknologi digital agar mampu tumbuh dan naik kelas.
Keempat, memberikan ruang apresiasi dan motivasi kepada para pelaku UMKM yang telah berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
“Pada momentum Hari UMKM Internasional ini, kita berharap UMKM Indonesia semakin kuat, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi bagian penting dari rantai ekonomi global,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


