Poin Penting
- Menkop Ferry Juliantono mengajak lulusan perguruan tinggi menjadi penggerak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
- Pemerintah menyiapkan 30 ribu manajer profesional untuk mengelola KDKMP secara modern Agustus 2026.
- KDKMP diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa untuk memangkas rantai pasok dan memperluas akses permodalan masyarakat.
Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak lulusan baru dan alumni perguruan tinggi mengambil peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tengah dibangun pemerintah.
Menurut Ferry, tantangan bangsa saat ini bukan lagi kekurangan ide, melainkan kebutuhan talenta muda yang mampu mengakselerasi ekosistem teknologi dan sosial atau teknososiopreneur.
“Ke depan, koperasi menjadi alternatif bagi platform masa depan. Badan usaha koperasi bisa menjadi pilihan dari para wisudawan-wisudawati untuk bisa bekerja dan terlibat di dalamnya,” ujarnya dalam orasi pada Sidang Terbuka Upacara Wisuda ke-13 Universitas Trilogi Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Baca juga: 1.061 KDKMP di Jateng-Jatim segera Launching, Menkop Ferry Pastikan Kesiapannya
Ferry mengatakan pemerintah membuka peluang besar bagi alumni perguruan tinggi untuk mengisi posisi profesional di sektor koperasi.
Saat ini, pemerintah tengah menjaring 30 ribu manajer profesional yang akan menjalani pelatihan pada Juni dan mulai diterjunkan ke berbagai daerah pada Agustus mendatang untuk mengelola KDKMP secara modern.
Selain menjadi pengelola koperasi, Ferry juga mendorong alumni perguruan tinggi menciptakan produk lokal secara mandiri. Kemenkop, kata dia, siap mendukung agar produk inovasi para alumni dapat terserap pasar melalui jaringan distribusi pemerintah.
KDKMP jadi Strategi Perkuat Ekonomi Desa
Program KDKMP menjadi bagian dari strategi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional sekaligus menekan ketimpangan akibat pasar bebas.
KDKMP diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang mampu memotong rantai pasok, menyediakan sembako murah, layanan kesehatan, hingga akses permodalan mikro untuk menekan praktik pinjaman online ilegal dan tengkulak.
Baca juga: Kopdes Merah Putih Disiapkan jadi Motor Kedaulatan Pangan, Menkop Ungkap Strateginya
Ferry berharap perguruan tinggi terus mengambil peran strategis dalam mencetak generasi teknososiopreneur yang tidak hanya menguasai teknologi dan adaptif terhadap disrupsi kecerdasan buatan (AI), tetapi juga memiliki kepedulian sosial untuk membangun ekonomi desa. (*)
Editor: Yulian Saputra


