Poin Penting
- Sebanyak 1.061 koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
- Pemerintah menargetkan 20 ribu koperasi aktif beroperasi pada Agustus 2026.
- Koperasi diproyeksikan menjadi penyerap utama produk masyarakat desa di berbagai sektor.
Jakarta – Pemerintah mulai mengoperasikan 1.061 unit koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) sebagai tahap awal menuju target 20 ribu koperasi aktif pada Agustus 2026. Percepatan operasional koperasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi desa sekaligus memperluas penyerapan produk masyarakat di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, koperasi yang telah beroperasi akan menjadi offtaker berbagai hasil produksi masyarakat desa, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner.
“KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner,” ujar Ferry dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Menkop Ferry Ajak Koperasi Petani Tebu jadi Pemilik Saham Pabrik Gula
Koperasi Desa Merah Putih jadi Tahap Awal Ekspansi Nasional
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 koperasi Desa Merah Putih untuk wilayah Jatim dan Jateng secara simbolis di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Sabtu (16/5).
Menurut Ferry, operasionalisasi tersebut merupakan tahap awal dari pembangunan koperasi nasional yang saat ini hampir mencapai 9.200 unit. Ribuan koperasi tersebut nantinya akan dioperasikan secara bertahap di berbagai daerah.
“Ini merupakan awal dari KDKMP yang pembangunannya sudah hampir 100 persen untuk sekitar 9.200 unit, namun tahap pertama yang dioperasikan sebanyak 1.061 unit,” katanya.
Keberadaan koperasi itu diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi ekonomi desa, termasuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal dan mendukung penyaluran kebutuhan pokok serta barang bersubsidi.
Baca juga: Kemenkop Perkuat Ekosistem Koperasi di Luar Program KDKMP
Agrinas-TNI Yakin Target Tercapai
Pemerintah menargetkan jumlah koperasi yang beroperasi meningkat signifikan pada tahap berikutnya. Pada Agustus 2026, jumlah koperasi aktif ditargetkan mencapai 20 ribu unit di seluruh Indonesia.
“Meskipun ditargetkan 20.000 unit, kami akan berusaha maksimal untuk bisa lebih dari itu,” ujar Ferry.
Target tersebut sekaligus menunjukkan ambisi pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi berbasis desa. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan lebih besar setelah tahap awal operasional berjalan.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pihaknya bersama TNI optimistis target operasional hingga 30 ribu unit koperasi pada tahap berikutnya dapat tercapai.
Kendala Lahan dan Tantangan Infrastruktur
Di tengah percepatan pembangunan koperasi, pemerintah masih menghadapi tantangan keterbatasan lahan di sejumlah daerah. Beberapa wilayah disebut belum memenuhi ketentuan minimal lahan seluas 1.000 meter persegi.
Sebagai solusi, pemerintah tengah mengkaji pembangunan fasilitas koperasi secara vertikal, terutama untuk daerah dengan keterbatasan ruang.
“Kami sedang mempertimbangkan desain pembangunan gerai dan gudang secara vertikal untuk wilayah dengan keterbatasan lahan,” kata Ferry.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menyebut pembangunan koperasi di wilayah Jawa secara umum tidak mengalami kendala berarti. Namun, tantangan masih ditemukan di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses dan infrastruktur.
Dengan operasional awal 1.061 unit tersebut, pemerintah optimistis koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus menopang target ekspansi koperasi nasional hingga puluhan ribu unit pada 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


