Poin Penting
- Sembilan WNI relawan Flotilla mengaku mengalami penyiksaan saat ditahan aparat Israel.
- Menlu Sugiono mengecam keras tindakan Israel yang disebut melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
- Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI peserta Flotilla dipulangkan dengan selamat ke tanah air.
Jakarta – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 mengaku mengalami penyiksaan saat ditahan aparat Israel. Menanggapi kasus Flotilla tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami para WNI dan memastikan proses pemulangan mereka ke Indonesia berjalan aman.
Kesembilan WNI peserta misi kemanusiaan ke Jalur Gaza itu telah keluar dari wilayah Israel dan tiba di Istanbul, Turkiye, pada Kamis waktu setempat. Saat ini, pemerintah masih terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar,” kata Sugiono dalam pernyataannya melalui akun media sosial X @menlu_ri, dipantau Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Sembilan WNI Diculik Israel saat Misi Legal ke Gaza, Total 332 Aktivis-Jurnalis Ditahan
Menlu Kecam Penyiksaan terhadap Aktivis Flotilla
Sugiono juga menegaskan kecaman keras terhadap tindakan aparat Zionis Israel yang diduga melakukan kekerasan terhadap para relawan kemanusiaan saat penyergapan kapal dalam konvoi Flotilla GSF 2.0 awal pekan ini.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” ujar Sugiono.
Menurut dia, tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan perbuatan tidak manusiawi sekaligus melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Kasus penyiksaan terhadap relawan Flotilla tersebut menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena para WNI disebut mengalami kekerasan fisik selama masa penahanan di Israel.
WNI Jalani Pemeriksaan di Turkiye
Seluruh relawan GSF dari berbagai negara dikonfirmasi telah dibebaskan dan dideportasi keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye. Setelah tiba di Istanbul, para WNI masih harus menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, mengatakan proses pemeriksaan dilakukan oleh otoritas setempat.
“Akan ada proses testimoni, visum, dan tes kesehatan oleh pihak Turkiye,” kata Achmad Rizal Purnama.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para relawan Flotilla sekaligus mendokumentasikan dugaan kekerasan yang mereka alami selama penahanan.
Baca juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa-Disetrum di Tahanan Israel, RI Kutuk Keras
Aktivis Flotilla Mengaku Dipukul hingga Disetrum
Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono mengungkapkan bahwa kesembilan WNI mengaku mengalami tindak kekerasan fisik saat ditahan aparat Israel.
Menurut pengakuan para relawan, mereka dipukuli, ditendang, hingga disetrum selama menjalani penahanan. Dugaan penyiksaan terhadap aktivis Flotilla itu memperkuat kecaman Indonesia terhadap tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza.
Pemerintah Indonesia pun menegaskan akan terus mengawal proses pemulangan seluruh WNI peserta Flotilla hingga tiba kembali di tanah air dengan selamat. (*)
Editor: Galih Pratama


