Poin Penting
- BEI mencatat 62 emisi obligasi dan sukuk senilai Rp67,84 triliun sejak awal 2026.
- Total outstanding obligasi dan sukuk mencapai Rp569,01 triliun.
- Pekan ini, BEI mencatat dua obligasi dan satu sukuk baru dari TOBA, SMDR, dan ENRG.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2026 adalah sebanyak 62 emisi dari 41 emiten dengan nilai Rp67,84 triliun.
Berdasarkan capaian itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat saat ini berjumlah 697 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp569,01 triliun dan USD148,82 juta. Instrumen tersebut diterbitkan oleh 135 emiten.
“Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp6.803,28 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp3,57 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga: Redam Gejolak Rupiah, Purbaya Sudah Masuk Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu
Tiga Instrumen Baru Melantai di BEI
Adapun selama sepekan pada periode 18-22 Mei 2026, terdapat pencatatan 2 Obligasi dan 1 Sukuk di BEI. Salah satunya Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 oleh PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang mulai dicatatkan di BEI pada Senin (18/5).
Obligasi tersebut dicatatkan dengan nominal sebesar Rp175 miliar dengan hasil pemeringkatan idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan ini.
Baca juga: Jangan Selalu Salahkan Global, Ini Penyebab Rupiah Terus Melemah
Sukuk Samudera Indonesia dan Obligasi ENRG
Kemudian pada hari ini (22/5), BEI mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Samudera Indonesia Tbk serta Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Sukuk itu dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp700 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PEFINDO, dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
Sementara itu, obligasi dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp500 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan obligasi. (*)
Editor: Yulian Saputra


