Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat (22/5).
- Penguatan dipicu sentimen penundaan implementasi kebijakan ekspor batu bara.
- Sektor bahan baku dan energi menjadi penopang utama kenaikan IHSG.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, ditutup rebound ke posisi 6.162,04 atau menguat 1,10 persen dari level sebelumnya di 6.094,94.
Manajemen Phintraco Sekuritas menilai, penguatan IHSG ditopang sektor energi dan bahan baku. Sentimen itu muncul seiring beredarnya rumor bahwa Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027.
“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” tulis Manajemen dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga: IHSG Berbalik Naik 0,30 Persen ke 6.113 pada Sesi I, Sektor Bahan Baku Pimpin Penguatan
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 251 saham terkoreksi, 449 saham menguat, dan 118 saham bergerak stagnan.
Sebanyak 40,28 miliar saham diperdagangkan dengan 1,97 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp21,56 triliun.
Selanjutnya, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak hijau, dengan LQ45 naik 0,66 persen ke 620,44, IDX30 meningkat 0,73 persen jadi 354,68, dan JII menguat 1,61 persen menjadi 386,91. Sedangkan, Sri-Kehati turun 0,61 persen ke 309,37.
Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,84 Persen ke Posisi 6.043
Lalu, hampir seluruh sektor mencatat penguatan. Sektor bahan baku memimpin dengan kenaikan 6,85 persen, diikuti sektor energi 4,84 persen, sektor siklikal 2,58 persen, sektor industrial 2,32 persen, dan sektor infrastruktur 1,53 persen.
Selain itu, sektor transportasi naik 1,27 persen, sektor non-siklikal menguat 0,68 persen, sektor teknologi naik 0,54 persen, sektor kesehatan bertambah 0,19 persen, dan sektor properti meningkat 0,15 persen.
Adapun sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah, yakni turun 0,28 persen.
Saham Top Gainers dan Top Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (*)
Editor: Yulian Saputra


