Poin Penting
- Pegadaian kini mengelola 145 ton emas sejak menjadi bullion bank, dengan bisnis emas mendominasi 90 persen portofolio.
- Laba bersih Pegadaian naik hampir 48 persen pada 2025, ditopang pertumbuhan layanan bullion.
- Seluruh emas nasabah disimpan penuh dengan skema 1:1 dan didukung jaringan digital serta vault berstandar internasional.
Jakarta – Sejak menyandang status “bank emas” alias bullion bank tahun lalu, portofolio bisnis emas milik PT Pegadaian moncer, terutama dari pengelolaan emas dan layanan bank emas.
AVP Pengembangan Produk Investasi dan Pembiayaan Bullion Pegadaian, Muhammad Abraham, membeberlan, total pengelolaan emas perseroan kini telah menembus 145 ton. Angka ini mencakup kepemilikan emas masyarakat berupa tabungan emas yang dititipkan ke Pegadaian.
“Jadi kalau tadinya ada 125 ton, sebenarnya ada 20 ton lagi titipan tabungan emas masyarakat. Jadi, total pengelolaan kita itu sekarang 145 ton,” ujar Abraham dalam seminar penguatan ekosistem bullion bank di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026
Ia bilang, portofolio bisnis Pegadaian masih didominasii layanan emas. Saat ini, sekitar 90 persen dari total pengelolaan memang berasal dari bisnis emas, dengan jumlah nasabah mencapai 20 juta orang.
Baca juga: Pegadaian Kelola 129 Ton Emas Sejak Operasikan Bullion Bank
Menurutnya, pertumbuhan siginifak tersebut turut disokong oleh penguatan layanan digital melalui aplikasi TRING yang didukung jaringan lebih dari 4.100 outlet dan 2.000 agen di Tanah Air.
Laba Pegadaian Meroket
Sementara dari sisi kinerja perusahan, laba bersih Pegadaian tumbuh hampir 48 persen sepanjang 2025. Salah satu penopang utama berasal dari pengembangan layanan bullion.
“Dari segi laba, kita tumbuh hampir 48 persen tahun lalu karena salah satu pendorongnya juga dari layanan bullion,” jelasnya.
Selain itu, kata Abraham, Pegadaian telah menguasai rantai bisnis emas nasional dari hulu ke hilir. Meski memang belum memiliki tambang emas sendiri, Pegadaian telah memiliki fasilitas pengolahan emas melalui Galeri 24.
Baca juga: Didominasi Emas, Transaksi Multilateral ICDX Naik 43,9 Persen di 2025
”Kita punya pabrik melalui Galeri 24. Jadi emas yang tersalur ke masyarakat kita produksi sendiri, kita olah sendiri, kita jual dan kita distribusikan langsung ke masyarakat, minus tambang baru,” bebernya.
Ia menambahkan, Pegadaian juga memiliki fasilitas penyimpanan bullion atau vault diklaim telah memenuhi standar internasional. Kapasitas penyimpanan tersebut hingga kini masih memadai untuk menampung pertumbuhan simpanan emas masyarakat.
Abraham mengklaim, seluruh emas milik nasabah disimpan secara penuh dengan skema 1:1. Artinya, setiap saldo emas nasabah memiliki cadangan fisik emas yang tersedia.
“Jadi seluruh emas nasabah Pegadaian seluruhnya 100 persen kita simpan, fisiknya ada dan sudah berulang kali dicek oleh regulator 100 persen 1:1 barangnya ada,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


