Poin Penting
- Primaya Hospital mencatat pertumbuhan pendapatan 27 persen dan EBITDA 22 persen pada kuartal I-2026 dibanding periode yang sama tahun lalu.
- Kinerja perusahaan ditopang ekspansi rumah sakit baru, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan ekosistem digital dan telemedisin.
- Primaya Hospital menargetkan pertumbuhan pendapatan 15–20 persen dan EBITDA 20–25 persen sepanjang 2026.
Jakarta – Primaya Hospital Group (PRAY) melanjutkan tren pertumbuhan hingga kuartal I-2026. Kinerja perusahaan ditopang ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan, inovasi medis, dan transformasi digital yang memperluas akses kesehatan masyarakat.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Primaya Hospital mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen sepanjang 2025. Sementara itu, EBITDA tumbuh 20 persen dan laba bersih meningkat 9 persen.
Baca juga: Primaya Hospital IPO, Targetkan Bangun 2-3 Rumah Sakit Baru Tiap Tahun
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan, pengembangan rumah sakit baru seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor, serta penguatan kinerja sejumlah rumah sakit existing di berbagai wilayah Indonesia.
Perkuat Ekosistem dan Layanan Digital
Selain memperluas jaringan rumah sakit, Primaya Hospital juga memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui pengembangan layanan telemedisin LinkSehat, homecare KavaCare, Smart Fertility Clinic, EyeQu Lasik & Eye Center, serta sistem informasi rumah sakit Sismedika.
Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah mengelola 20 rumah sakit, 11 laboratorium klinik, dan berbagai layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia.
Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I-2026 dengan pendapatan tumbuh 27 persen dan EBITDA meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Dorong Karyawan Peduli Kesehatan, Prudential Indonesia Gelar Rangkaian Program Ini
Capaian ini ditopang pertumbuhan rumah sakit baru, peningkatan kinerja rumah sakit existing, serta pertumbuhan unit non-rumah sakit seperti Westerindo dan Smart Fertility Clinic.
“Kami percaya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tepercaya, dan mudah diakses akan terus berkembang. Karena itu, Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Leona A. Karnali, CFA, FRM selaku CEO Primaya Hospital Group, Selasa, 26 Mei 2026.
Targetkan EBITDA Tumbuh hingga 25 Persen
Leona mengatakan, Primaya Hospital menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15-20 persen dan EBITDA sebesar 20-25 persen pada 2026.
Target tersebut sejalan dengan fokus perusahaan dalam memperluas jaringan rumah sakit, memperkuat layanan unggulan, dan melanjutkan transformasi digital.
Baca juga: Top! Podomoro Park Bandung Cetak Rekor Penjualan 300 Unit Dalam 3 Hari
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, Primaya Hospital juga akan melanjutkan ekspansi melalui pembukaan gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD.
“Melalui penguatan layanan, inovasi berkelanjutan, dan pengembangan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, Primaya Hospital berkomitmen untuk terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat Indonesia,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


