Poin Penting
- Pengurus Pusat MES 1447-1452 H atau 2026-20231 resmi dilantik untuk memperkuat ekonomi syariah nasional
- Ma’ruf Amin optimistis Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi syariah dunia
- Rosan Roeslani menekankan program ekonomi syariah yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Jakarta – Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026-2031 atau 1447-1452 Hijriah resmi dilantik pada Minggu, 24 Mei 2026 di Jakarta.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan konsolidasi dalam mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Pertimbangan PP MES. Dalam sambutannya, ia menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi syariah nasional yang dinilai semakin menjanjikan.
“Hari ini saya mengatakan bahwa ekonomi syariah masa depannya cerah, tidak gelap,” ujar Ma’ruf Amin dalam keterangan resmi dikutip 25 Mei 2026.
Baca juga: Ma’ruf Amin Tagih Janji Prabowo Soal Pembentukan Badan Ekonomi Syariah
Ia menjelaskan, kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional saat ini telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen. Meski Indonesia kini menempati posisi ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah, Ma’ruf mendorong agar Indonesia mampu naik menjadi peringkat pertama global melalui strategi yang lebih terarah dan kolaboratif.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak semata berorientasi pada keuntungan finansial (istirbah), tetapi juga harus mengedepankan pelayanan dan kemaslahatan masyarakat (khidmah ijtimaiah).
“Syariah hadir sebagai buku petunjuk agar inovasi berjalan dengan baik, menghadirkan keadilan, dan tidak ada rakyat yang dirugikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PP MES, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada program-program implementatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai, ekonomi syariah tidak boleh hanya berkembang dari sisi angka dan statistik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, khususnya kelompok akar rumput.
“Pemikiran, wacana, visi, dan misi tanpa implementasi hanyalah menjadi halusinasi. Ekonomi syariah tidak boleh hanya besar di angka, tetapi kecil dalam dampak nyata,” ujar Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia.
Baca juga: Indonesia Ditargetkan jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia, Ini Kata Ma’ruf Amin
Rosan juga menekankan bahwa MES harus mampu melahirkan inovasi yang mempermudah masyarakat. Salah satunya melalui penyusunan skema pembiayaan yang dapat mempercepat waktu menabung jemaah umrah di daerah, dari sebelumnya mencapai 15 tahun menjadi hanya satu hingga dua tahun.
Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran pengurus PP MES menjadikan manfaat bagi masyarakat sebagai landasan utama dalam setiap program dan kebijakan organisasi.
“Dalam setiap rapat pengurus, saya berharap selalu ada pertanyaan apakah program ini benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat besar bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)


