Poin Penting
- Masyarakat Ekonomi Syariah dorong penguatan UMKM dan industri halal lewat SELF 2026.
- Ferry Juliantono minta ekonomi syariah fokus ke sektor riil dan koperasi umat.
- SELF 2026 tekankan pentingnya regulasi mudah, pembiayaan, dan penguatan industri halal nasional.
Jakarta – Penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat program pendampingan UMKM syariah Mba Maya 2026 yang menjadi bagian dari agenda Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 yang digelar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan dan Rapat Kerja Nasional PP MES periode 2026-2031 tersebut mengangkat tema “Syariah Ekonomi Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia.”
Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah harus diperluas hingga menyentuh sektor riil, termasuk UMKM, koperasi, hingga industri halal.
Baca juga: Pelantikan PP MES Periode 2026-2031 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Syariah Nasional
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen halal dunia apabila seluruh pemangku kepentingan mampu membangun sinergi yang kuat.
“Terdapat urgensi pergerakan ekonomi syariah untuk masuk lebih dalam ke sektor riil dan bertransformasi menjadi aksi yang konkret di lapangan,” ujar Ferry dalam keterangan resmi dikutip 25 Mei 2026.
Ia menilai ekonomi syariah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor keuangan, melainkan harus berkembang menjadi ekosistem terintegrasi yang mencakup produksi, perdagangan, hingga pemberdayaan usaha mikro dan koperasi berbasis komunitas.
Ferry juga menyoroti pentingnya peran koperasi pondok pesantren dan koperasi masjid sebagai motor penggerak ekonomi umat di daerah.
“Kehadiran koperasi pondok pesantren dan koperasi masjid akan menjadi instrumen penting dalam percepatan ekonomi umat guna melahirkan lebih banyak pengusaha muslim di berbagai daerah,” katanya.
Diskusi SELF 2026 dipandu Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES, Euis Amalia, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, pelaku usaha, dan regulator ekonomi syariah.
Sementara Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, K.H. Sholahudin Al Aiyub, menekankan pentingnya penguatan kemandirian bahan baku halal guna mengurangi ketergantungan impor.
Baca juga: Indonesia Ditargetkan jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia, Ini Kata Ma’ruf Amin
Dari sisi pemerintahan daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil E. Dardak, memaparkan keberhasilan program “Pesantrenpreneur” dan pengembangan Kawasan Industri Halal di wilayahnya sebagai model penguatan ekonomi syariah daerah.
Adapun Founder dan CEO Toko Daging Nusantara, Diana Dewi, mendorong integrasi sertifikasi halal dan penguatan ekspor produk halal melalui wadah koperasi.
Forum SELF 2026 menyimpulkan bahwa percepatan ekonomi syariah nasional membutuhkan penyederhanaan regulasi, akses pembiayaan yang lebih luas, serta komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung UMKM dan industri halal nasional. (*)


