Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,69 persen ke level 6.204,64 pada awal perdagangan Senin (25/5).
- Investor mengantisipasi rebalancing MSCI dan mencermati kebijakan pemerintah.
- Sentimen global dipengaruhi perkembangan negosiasi AS-Iran dan data ekonomi AS.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin (25/5) pukul 09.00 WIB dibuka menguat ke level 6.204,64 dari posisi sebelumnya 6.162,04 atau naik 0,69 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 838,51 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 64 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp418,38 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 105 saham terkoreksi, 360 saham menguat dan 205 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Masih Melemah, Simak Sentimen Pendorong dan Penahannya
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG untuk pekan ini secara teknikal masih berpotensi bergerak variatif dalam kisaran 6.000-6.250.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 6.000-6.250 di pekan ini,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Sentimen Domestik dan Global
Sentimen dari domestik, diperkirakan pelaku pasar akan mengantisipasi rebalancing MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek.
Baca juga: IHSG Sepekan Ambles 8 Persen Lebih, Kapitalisasi Pasar jadi Rp10.635 Triliun
Sementara itu, indeks-indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5) dan secara mingguan. Sentimen positif berasal dari perkembangan upaya perdamaian di Timur Tengah serta laporan keuangan emiten besar seperti Nvidia dan Walmart.
Pada awal pekan lalu, pasar sempat tertekan akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga. Namun, koreksi harga minyak setelah muncul laporan negosiasi antara AS dan Iran membantu meredakan kekhawatiran tersebut.
Data Ekonomi AS jadi Perhatian
Pasar global masih akan mencermati perkembangan kesepakatan AS-Iran dan dampaknya terhadap harga minyak dunia.
Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang akan menjadi perhatian pekan ini meliputi PCE price index, durable goods orders, dan estimasi kedua pertumbuhan PDB kuartal II 2026. Bursa saham AS juga libur pada Senin (25/5) dalam rangka Memorial Day. (*)
Editor: Yulian Saputra


