Poin Penting:
- BUAH membagikan total dividen Rp50 miliar dari laba tahun buku 2025 setelah RUPST menyetujui dividen final Rp25 miliar.
- Perseroan mencatat pendapatan Rp3,27 triliun dan laba bersih Rp50,4 miliar sepanjang 2025.
- BUAH menyiapkan capex Rp12 miliar pada 2026 untuk ekspansi cabang dan penguatan infrastruktur cold chain.
Jakarta – PT Segar Kumala Indonesia Tbk dengan kode emiten BUAH kembali menunjukkan ketahanan bisnisnya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan daya beli masyarakat. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (26/5/2026), perseroan menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp25 miliar.
Pembagian tersebut melengkapi dividen interim Rp25 miliar yang telah direalisasikan sebelumnya, sehingga total dividen dari laba tahun buku 2025 mencapai Rp50 miliar. Keputusan itu sekaligus menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan pemegang saham di tengah dinamika pasar.
Komisaris Utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, Hendro Susilo, mengatakan tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri perdagangan. Namun, perseroan dinilai tetap mampu menjaga pertumbuhan bisnis dan memperkuat posisi sebagai distributor buah utama di Indonesia.
“SKI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,27 triliun, meningkat 47,7 persen secara year on year,” ujar Hendro dalam public expose perseroan di Jakarta Utara, Selasa, 26 Mei 2026.
Baca juga: RUPST Segar Kumala Indonesia Sepakat Tebar Dividen Rp21 Miliar
BUAH Catat Pendapatan Rp3,27 Triliun
Direktur Keuangan perseroan, Vianita Januari, memaparkan bahwa pertumbuhan pendapatan BUAH terutama ditopang kenaikan penjualan segmen buah-buahan dan ayam beku.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan Rp3,27 triliun atau tumbuh 47,7 persen secara tahunan. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp50,4 miliar atau naik 42,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut perseroan juga mencatatkan peningkatan laba bersih menjadi Rp50,4 miliar atau tumbuh sebesar 42,7 persen secara year on year, mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah ekspansi usaha,” kata Vianita.
Baca juga: PIER: Konsumsi Domestik Masih Jadi Penopang Ekonomi RI Kuartal I 2026
Kontribusi penjualan masih didominasi Pulau Jawa dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun. Meski demikian, perseroan mulai memperluas penetrasi pasar di luar Jawa melalui penambahan cabang baru.
Direktur Utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk, Renny Lauren, menyebut perseroan telah membuka cabang di Lampung pada 2026 dan tengah mempersiapkan pembukaan cabang di Gorontalo.
“Untuk target laba kita untuk tahun 2026, kita memproyeksikan 80 miliar. Namun semua bergantung dari situasi namun kita masih optimis bahwa masyarakat Indonesia sangat membutuhkan produk buah-buahan segar yang kompetitif dan dapat bersaing di pasar,” ujar Renny.
Ekspansi dan Capex Tetap Berjalan
Di tengah tekanan biaya logistik dan fluktuasi kurs, BUAH tetap melanjutkan agenda ekspansi secara terukur. Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp12 miliar pada 2026.
Dana tersebut akan difokuskan untuk modernisasi gudang pendingin, penguatan fasilitas cold chain, serta penambahan armada distribusi guna menjaga kualitas produk hingga ke wilayah timur Indonesia.
“Kami menegaskan bahwa strategi ekspansi ini dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat. Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan,” ujar Renny.
Baca juga: Siap-Siap! Gaji ke-13 ASN Cair 2 Juni 2026, Ini Rincian Besarannya
Manajemen juga menargetkan pembukaan dua cabang baru pada tahun ini dengan mempertimbangkan pertumbuhan pasar tradisional maupun modern di wilayah tujuan ekspansi.
Selain memperkuat jaringan distribusi, perseroan mengaku mulai memperketat efisiensi operasional untuk menekan risiko waste di tengah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


